hadits makanlah dari rezeki yang halal

JanganMemakan Makanan yang Diharamkan dalam Islam Sebagaimana Firman Allah, إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةَ وَالدَّمَ وَلَحْمَ الْخِنْزِيرِ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ اللَّهِ بِهِ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا DariAbu Hurairah radhiallahuanhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah ta'ala itu baik, tidak menerima kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan orang beriman sebagaimana dia memerintahkan para rasul-Nya dengan firmannya: Wahai Para Rasul makanlah yang baik-baik dan beramal shalehlah. Halini berdasarkan dari hadits yang juga diriwayatkan oleh Muttafaq „Alaih. Dimana Rasulullah Shalallahu „Alaihi Wasallam bersabda kepada Umar bin Salamah, "Hai anak muda, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari makanan yang dekat denganmu (maksudnya dari yang pinggir). (HR. Bukhari dan Muslim). Sesungguhnya Allah hanya menerima dari orang-orang yang bertaqwa." (QS. Al Ma'idah: 27). Imam Aḥmad ditanya tentang makna yang bertakwa di sini, beliau menjawab, "Mereka adalah orang yang menjaga segala perkara, sehingga tidak masuk ke dalam perkara yang tidak halal." (Jami' al-'Ulum wal Hikam: 134). Demikianlah sahabat bacaan madani ulasan tentang hadits makanan yang halal Ringkasansyarah kitab ini dalam bahasa kita yakni Ringkasan Syarah Arba'in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh yang disusun Ustadz Abu Isa Abdulloh bin Salam (Staf Pengajar Ma‟had Ihyaus Sunnah, Tasikmalaya) yang ter-compile dalam HaditsWeb 7.0, 2. Sumber dari eBook seperti dikatakan peng-compile HaditsWeb 7.0 adalah www những câu hỏi thường gặp khi ra tòa ly hôn. Jakarta - Istilah halalan thoyiban menjadi salah satu istilah yang populer dalam kalangan umat muslim. Halalan thoyiban menjadi norma yang sifatnya umum dalam berkegiatan baik dengan sesama manusia muamalah maupun diri sendiri mengonsumsi makanan dan minuman.Tentang halalan thoyiban, Allah telah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al Baqarah ayat 168يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ كُلُوْا مِمَّا فِى الْاَرْضِ حَلٰلًا طَيِّبًا ۖوَّلَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِۗ اِنَّهٗ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ Artinya Wahai manusia! Makanlah dari makanan yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata ayat di atas, beberapa ayat Al-Qur'an lainnya yang juga menyebutkan tentang konsep istilah halalan thoyiban juga terdapat dalam surat Al Maidah ayat 88, surat Al Anfal ayat 69, dan juga surat An Nahl ayat 114. Sebenarnya apa arti halalan thoyiban itu?Dirangkum dari buku Etika & Konsep Manajemen Bisnis Islam karya Iwan Aprianto, dkk., Ar-Raghib menjelaskan bahwa kata halal secara etimologis berasal dari kata halla-yuhalla-hallan wa halaalan wa huluulan yang berarti melepaskan, menguraikan, membebaskan, dan membolehkan. Sedangkan secara terminologi kata halal berarti hal-hal yang boleh dan dapat dilakukan karena bebas atau tidak terikat dengan ketentuan-ketentuan yang thoyib menunjukkan sesuatu yang benar-benar baik. Bentuk jamak dari kata ini adalah thoyyibat yang berasal dari thoba-yahtibu-thoyyib-thoyyibah yang memiliki beberapa makna yaitu zaka wa thahara suci dan bersih, ladzdza enak, dan hasan bagus. Sifat thoyib sendiri adalah tidak menimbulkan bahaya. Keduanya pun menjadi istilah baku, halalan itu, menurut buku Perilaku Konsumen Muslim Dalam Pembelian Makanan Melalui Platform Digital di Indonesia yang ditulis oleh Muhammad Anwar Fathoni, dkk., kata halal adalah suatu kriteria makanan yang boleh dikonsumsi menurut ajaran Islam. Adapun thoyib sendiri bermakna baik. Hal tersebut dapat dimaknai bahwa seorang muslim diwajibkan untuk mengonsumsi sesuatu yang halal lagi baik atau lanjut dijelaskan bahwa sesuatu yang baik adalah barang yang dikonsumsi menimbulkan rasa aman dan nyaman sementara thoyib adalah konsep tentang kesucian, kebersihan, dan kesesuaian dengan syariat Islam. Jadi, thoyib lebih mengacu pada proses pengolahan makanan sesuai syariat Islam demi keamanan tersebut dapat dicontohkan dalam pemotongan hewan ternak. Hewan ternak halal untuk dikonsumsi sebab tidak termasuk daftar makanan haram menurut Islam. Hewan ternak yang disembelih tidak dengan cara sesuai syariat maka tidak bisa dikategorikan halal. Sementara hewan ternak yang diolah dengan sembarangan juga tidak bisa dikategorikan Gaya Hidup RasulullahRasulullah SAW merupakan utusan terakhir Allah SWT yang menjalankan tugasnya untuk berdakwah syiar Islam. Beliau menerapkan konsep halalan thoyiban dalam menjalani kehidupan dari buku Dahsyatnya Sabar, Syukur, Ikhlas Muhammad SAW susunan Amirulloh Syarbini dan Jumari Haryadi, Rasulullah SAW sangat selektif dalam memilih makanan yang halalan thoyiban. Dengan kata lain, Rasulullah SAW hanya memakan makanan yang halal diperoleh melalui usaha yang baik dan dibenarkan oleh syariat.Sementara thoyib yang lebih identik dengan duniawi, Rasulullah juga memakan makanan yang bergizi dan berkhasiat, menyehatkan tubuh. Beberapa makanan tersebut misalnya kurma, susu kambing, air zamzam, madu, daging, dan lain halnya dengan mengonsumsi makanan, dalam hal berbisnis atau berniaga, Rasulullah SAW selalu menerapkan konsep halalan thoyiban. Rasulullah juga selalu mentaati syariat Islam ketika mengelola manajemen operasionalnya, yakni harus dilandasi oleh nilai-nilai Jabir bin Abdullah, beliau bersabda, "Wahai umat manusia, bertakwalah engkau kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga ia benar-benar telah mengenyam seluruh rezekinya, walaupun terlambat datangnya. Maka, bertakwalah kepada Allah, dan tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki. Tempuhlah jalan-jalan mencari rezeki yang halal dan tinggalkan yang haram." HR Ibnu Majah.Demikian penjelasan dari arti halalan thoyiban dalam Islam. Dengan mengetahui maknanya, diharapkan umat muslim dapat mencontoh gaya hidup Rasulullah SAW yang selalu menerapkan konsep halalan thoyiban dalam kehidupan sehari-hari agar rezeki yang didapat berkah dan bermanfaat. Simak Video "Jaga Kearifan Lokal, Masjid Al-Hikmah Dibangun dengan Nuansa Khas Bali" [GambasVideo 20detik] dvs/dvs Allah SWT telah menjanjikan rezeki untuk seluruh makhluk hidup, yang juga dijelaskan dalam ayat Alquran tentang rezeki. Ini juga dikuatkan dengan keterangan dari hadis Rasulullah menunjukkan bahwa jangan sampai ada yang ragu dengan janji Allah SWT. Sebab menurut Sayyid Qutubh, rezeki adalah segala sesuatu yang dapat diambil mengandung makna yang luas, tidak hanya berbentuk uang, harta, atau materi saja. Tetapi segala sesuatu yang dipakai dan dimiliki itu juga rezeki, seperti pakaian, makanan, keluarga, teman, kesehatan, dan Juga 7 Hadits dan Ayat Alquran tentang Berbakti kepada Orang Tua, Masya Allah!Ayat Alquran tentang RezekiFoto Rezeki yang Dijamin Allah MezahdiaDilansir Repository UIN Banten, rezeki menurut Alquran adalah Aṭa’ yang berarti pemberian. Dalam Alquran, istilah rizq’ disebut sebanyak 112 kali dalam 41 surat, dan 92 adalah salah satu perkara yang menjadi rahasia Allah SWT, sama dengan umur, jodoh, dan kematian. Ayat alquran tentang rezeki memiliki pembahasan yang ini beberapa ayat alquran tentang rezeki yang bisa dijadikan kajian untuk umat Ayat Alquran tentang Rezeki dan Menyekutukan Allah SWTاللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ ۖ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَٰلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَAllāhullażī khalaqakum ṡumma razaqakum ṡumma yumītukum ṡumma yuḥyīkum, hal min syurakā`ikum may yaf'alu min żālikum min syaī`, sub-ḥānahụ wa ta'ālā 'ammā yusyrikụnArtinya “Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, kemudian mematikanmu, lalu menghidupkanmu kembali.Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu ada yang mampu berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan.” QS Ar-Rum 402. Ayat Alquran tentang Rezeki di Lauhul Mahfuzوَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍWa mā min dābbatin fil-arḍi illā 'alallāhi rizquhā wa ya'lamu mustaqarrahā wa mustauda'ahā, kullun fī kitābim mubīnArtinya “Dan tidak ada satupun makhluk bergerak bernyawa di muka bumi melainkan semuanya telah dijamin rezekinya oleh mengetahui tempat kediaman dan tempat penyimpanannya. Semua itu tertulis dalam Kitab yang nyata Lauh Mahfuzh.” QS Hud 6Baca Juga 10 Ayat Alquran tentang Hari Kiamat, Subhanallah!3. Ayat Alquran tentang Rezeki di Bumiهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ ۖ وَإِلَيْهِ النُّشُورُHuwallażī ja'ala lakumul-arḍa żalụlan famsyụ fī manākibihā wa kulụ mir rizqih, wa ilaihin-nusyụrArtinya “Dialah yang menjadikan untuk kamu Bumi yang mudah dijelajahi, maka jelajahilah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya lah kamu kembali setelah dibangkitkan.” QS Al-Mulk 154. Ayat Alquran tentang Rezeki dan Batasnyaقُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَQul inna rabbī yabsuṭur-rizqa limay yasyā`u wa yaqdiru wa lākinna akṡaran-nāsi lā ya'lamụnArtinya “Katakanlah, Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” QS Saba 365. Ayat Alquran tentang Rezeki Setiap Makhlukوَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُWa ka`ayyim min dābbatil lā taḥmilu rizqahallāhu yarzuquhā wa iyyākum wa huwas-samī'ul-'alīmArtinya “Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak mampu membawa mengurus rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan juga kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS Al-Ankabut 60Baca Juga 15 Hadits dan Ayat Alquran tentang Pendidikan yang Bisa Diterapkan dalam Kehidupan Sehari-hariHadis Tentang RezekiFoto Pintu Rezeki karena Anak adanya ayat Alquran tentang rezeki, terdapat pula hadis yang menerangkan tentang hal tersebut. Beberapa di antaranya yakni6. Hadis tentang Rezeki yang Halalلَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍArtinya “Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram.” HR Bukhariإِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِArtinya “Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya.” HR Ahmad dan Ad Darimi7. Hadis tentang Rezeki yang Berkahيَا حَكِيمُ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ ، فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ ، وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ كَالَّذِى يَأْكُلُ وَلاَ يَشْبَعُ ، الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَىArtinya “Wahai Hakim, sesungguhnya harta itu hijau lagi manis. Barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya tidak tamak dan tidak mengemis, maka harta itu akan barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan, maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.” HR BukhariBaca Juga 15+ Hadits dan Ayat Alquran tentang Akhlak untuk Jadi Pegangan Hidup8. Hadis tentang Rezeki yang Tidak tidak Akan Tertukarكَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍArtinya “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” HR Muslim9. Hadis tentang Rezeki, Jodoh, dan Ajalنَفَثَ رُوحُ الْقُدُسِ فِي رَوْعِي أَنَّ نفْسًا لَنْ تَخْرُجَ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا، وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا، فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، وَلا يَحْمِلَنَّكُمِ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعْصِيَةِ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ لا يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلا بِطَاعَتِهِ”.Artinya “Ruh Kudus Malaikat Jibril membisikkan di dadaku bahwa tidaklah suatu jiwa meninggal dunia sampai disempurnakan baginya ajal dan dipenuhi rezekinya. Oleh karenanya perbaguslah di dalam mencari ia merasa lambatnya rezeki, menyebabkan ia mencari rezeki tersebut dengan bermaksiat kepada Allah, karena sesungguhnya Allah tidak dapat dicapai kecuali dengan mentaati-Nya.” HR ThabraniItulah penjelasan mengenai ayat alquran tentang rezeki beserta hadis dari Rasulullah SAW, yang akan menguatkan keimanan kepada Allah SWT. 403 ERROR Request blocked. We can't connect to the server for this app or website at this time. There might be too much traffic or a configuration error. Try again later, or contact the app or website owner. If you provide content to customers through CloudFront, you can find steps to troubleshoot and help prevent this error by reviewing the CloudFront documentation. Generated by cloudfront CloudFront Request ID WUt8PCLhzK9iqCM9QEmKBa77v3nxp4WNw_n3BY1jJptrYdoqFGMZug== √ Kumpulan hadits tentang rezeki √ Diantaranya rezeki yang halal dan berkah, rezeki yang tidak terduga, rezeki yang tidak akan tertukar √ Kunci mendapatkan rezeki yang halal dan berkah √ juga sedikit bahasan tentang jodoh dan ajal. Rezeki menjadi hal yang sering di kaitkan dengan harta benda, memang tidak salah dengan persepsi tersebut, tapi kurang tepat, karena ada beberapa rezeki yang di berikan kepada ALlah tapi kita tidak menganggapnya sebagai rezeki, sehingga kita lalai dari bersyukur atas nikmatnya tersebut. Daftar IsiApa itu Rezeki?Dalil Hadits Tentang RezekiHadits Tentang Rezeki Yang HalalHadits Tentang Rezeki Yang BerkahHadits Tentang Rezeki Yang Tidak TerdugaHadits Tentang Rezeki tidak Akan TertukarHadits Tentang Rezeki, Jodoh dan AjalRezeki Allah Yang MengaturAyat Tentang RezekiRingkasan dari UlamaCari Rezeki Yang Halal SajaBertaqwa dan Tawakal adalah Kunci Rezeki Berkah Apa itu Rezeki? Rezeki adalah semua pemberian dari Allah berupa nikmat hidup, baik lahir berbentuk fisik maupun batin ketenangan batin, dari definisi ini bisa di artikan, mendapatkan harta benda adalah rezeki, mempunyai kesehatan adalah rezeki dan mempunyai hati yang tenang serta qona’ah adalah rezeki. Jadi rezeki tidak melulu tentang harta benda, tapi lebih luas daripada itu mencakup semua nikmat yang Allah karuniakan kepada kita. Lalu banyak pertanyaan tentang rezeki ini, terkait apakah semua makhluknya di berikan rezeki, apakah orang kafir di beri rezeki?, apakah orang yang maksiat di beri rezeki? dan apakah rezeki yang terbaik itu?, semua ins sya Allah akan di jawab dengan hadis nabi yang berbicara tentang rezeki, berikut ulasannya. Banyak hadits yang membicarakan tentang keutamaan rezeki yang halal, tidak akan meninggal orang sampai rezekinya habis, rezeki, jodoh dan ajal sudah menjadi ketetapan Allah sehingga tidak akan tertukar rezeki antar hambanya. Hadits Tentang Rezeki Yang Halal لَيَأْتِيَنَّ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لَا يُبَالِي الْمَرْءُ بِمَا أَخَذَ الْمَالَ أَمِنْ حَلَالٍ أَمْ مِنْ حَرَامٍ Artinya “Akan datang suatu masa pada umat manusia, mereka tidak lagi peduli dengan cara untuk mendapatkan harta, apakah melalui cara yang halal ataukah dengan cara yang haram“. [HR Bukhari]. إِنَّهُ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ النَّارُ أَوْلَى بِهِ Artinya “Sesungguhnya tidak akan masuk surga daging yang tumbuh dari harta yang haram. Neraka lebih pantas untuknya“. [HR Ahmad dan Ad Darimi]. سَمَّاعُونَ لِلْكَذِبِ أَكَّالُونَ لِلسُّحْتِ Artinya “Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, lagi banyak memakan yang haram“. [Al Maidah42]. Imam Al Qurthubi mengatakan dalam tafsirnya, bahwa salah satu bentuk memakan makanan yang haram adalah dengan cara menerima suap. Nabi Muhammad sallalahu alaihi wa sallam mewajibkan supaya umatnya mencari harta yang halal. Karena nanti kelak di akhirat, ada dua pertanyaan yang berkaitan dengan harta yang kita niliki, tentang asal harta dan bagaimana memanfaatkannya. Sebagaimana hadits dari Abu Barzah Al Aslami Radhiyallahu anhu, beliau bersabda لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ جَسَدِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا وَضَعَهُ وَعَنْ عِلْمِهِ مَاذَا عَمِلَ فِيهِ Artinya “Tidak akan bergeser tapak kaki seorang hamba pada hari Kiamat, sampai ia ditanya tentang empat perkara. Yaitu tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang jasadnya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya darimana ia mendapatkannya dan kemanakah ia meletakkannya, dan tentang ilmunya, apakah yang telah ia amalkan“. [HR At Tirmidzi dan Ad Darimi]. Hadits Tentang Rezeki Yang Berkah سُئِلَ رَسُولُ اللهِ n أَيُّ الْكَسْبِ أَطْيَبُ؟ قَالَ عَمَلُ الرَّجُلِ بِيَدِه،ِ وَكُلُّ كَسْبٍ مَبْرُورٍ Artinya Rasulullah sallalahu alaihi wa sallam ditanya ”Penghasilan apakah yang paling baik?” Beliau menjawab ”Pekerjaan seseorang dengan tangannya sendiri dan semua penghasilan yang mabrur diterima di sisi Allah.” [HR. Al Hakim] الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا Artinya “Orang yang melakukan transaksi jual beli masing-masing memiliki hak khiyar membatalkan atau melanjutkan transaksi selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang”.[HR. Bukhari no. 2079 dan Muslim no. 1532] يَا حَكِيمُ إِنَّ هَذَا الْمَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ ، فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ ، وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ كَالَّذِى يَأْكُلُ وَلاَ يَشْبَعُ ، الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى Artinya “Wahai Hakim, sesungguhnya harta itu hijau lagi manis. Barangsiapa yang mencarinya untuk kedermawanan dirinya tidak tamak dan tidak mengemis, maka harta itu akan memberkahinya. Namun barangsiapa yang mencarinya untuk keserakahan, maka harta itu tidak akan memberkahinya, seperti orang yang makan namun tidak kenyang. Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah” [HR. Bukhari] وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ Artinya “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [QS. Al A’rof 96] Hadits Tentang Rezeki Yang Tidak Terduga ‎وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ Artinya “Barangsiapa yang bertakwa kepada ALLAH nescaya Dia akan menjadikan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya.” [ At-Thalaq 2-3]. Hadits Tentang Rezeki tidak Akan Tertukar كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ Artinya “Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.” [HR. Muslim] Dalam hadits lain disebutkan juga, إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ فَقَالَ اكْتُبْ. فَقَالَ مَا أَكْتُبُ قَالَ اكْتُبِ الْقَدَرَ مَا كَانَ وَمَا هُوَ كَائِنٌ إِلَى الأَبَدِ Artinya “Sesungguhnya awal yang Allah ciptakan setelah arsy, air dan angin adalah qalam pena, kemudian Allah berfirman, “Tulislah”. Pena berkata, “Apa yang harus aku tulis”. Allah berfirman, “Tulislah takdir berbagai kejadian dan yang terjadi selamanya.” [HR. Tirmidzi] Hadits Tentang Rezeki, Jodoh dan Ajal نَفَثَ رُوحُ الْقُدُسِ فِي رَوْعِي أَنَّ نفْسًا لَنْ تَخْرُجَ مِنَ الدُّنْيَا حَتَّى تَسْتَكْمِلَ أَجَلَهَا، وَتَسْتَوْعِبَ رِزْقَهَا، فَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ، وَلا يَحْمِلَنَّكُمِ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعْصِيَةِ اللَّهِ، فَإِنَّ اللَّهَ لا يُنَالُ مَا عِنْدَهُ إِلا بِطَاعَتِهِ”. Artinya “Ruh Kudus Malaikat Jibril membisikkan di dadaku bahwa tidaklah suatu jiwa meninggal dunia sampai disempurnakan baginya ajal dan dipenuhi rezekinya. Oleh karenanya perbaguslah di dalam mencari rezeki. Janganlah ia merasa lambatnya rezeki, menyebabkan ia mencari rezeki tersebut dengan bermaksiat kepada Allah, karena sesungguhnya Allah tidak dapat dicapai kecuali dengan mentaati-Nya’” [ Untuk bahasan jodoh dan ajal silahkan anda baca artikel yang sudah kami buat di link berikut Hadits Tentang Jodoh Hadits Tentang Ajal Rezeki Allah Yang Mengatur لاَ تَسْتَبْطِئُوْاالرِّزْقَ, فَإِنَّهُ لَنْ يَمُوْتَ العَبْدُ حَتَّى يَبْلُغَ آخِرَ رِزْقٍ هُوَ لَهُ, فَأَجْمِلُوْا فِي الطَّلَبِ, أَخْذِ الحَلاَلِ وَ تَرْكِ الحَرَامِ Artinya “Janganlah menganggap rezki kalian lambat turun. Sesungguhnya, tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini, melainkan setelah sempurna rezkinya. Carilah rezki dengan cara yang baik dengan mengambil yang halal dan meninggalkan perkara yang haram“. [Hadits shahih, diriwayatkan oleh Ibnu Hibban 3239 dan 3241, Al Hakim II/4, Al Baihaqi V/264 dan 265, Abu Nu’aim dalam Al Hilyah III/156-157 dari jalur Muhammad bin Al Munkadir dari Jabir] Ayat Tentang Rezeki {فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ} Artinya “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi untuk mencari rezki dan usaha yang halal dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” QS al-Jumu’ah10. إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا Artinya “Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; Sesungguhnya Dia Maha mengetahui lagi Maha melihat akan hamba-hamba-Nya.” QS. Al Isra’ 30 ‎وَمَا مِن دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ Artinya “Tidak ada satu makhluk melata pun yang bergerak di atas bumi ini yang tidak dijamin ALLAH rezekinya.” Hud 6. ‎لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ Artinya “Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu.” Ibrahim 7. إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا Artinya “Beristighfarlah kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, pasti Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta.” Nuh 10-11. ‎وَأَنكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ Artinya “Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kamu, dan juga orang-orang yang layak dari hamba sahayamu baik laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin, maka ALLAH akan memberikan kecukupan kepada mereka dengan kurnia-Nya.” An-Nur 32. ‎وَلَا تَقْتُلُوا أَوْلَادَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَاقٍ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ Artinya “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu kerana takut miskin. Kamilah yang akan menanggung rezeki mereka dan juga rezeki bagimu.” Al-Israa’ 31. ‎مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً Artinya “Siapakah yang mahu memberi pinjaman kepada ALLAH, pinjaman yang baik infak; sedekah, maka ALLAH akan melipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipatan yang banyak.” Al-Baqarah 245. هَذَا ذِكْرٌ وَإِنَّ لِلْمُتَّقِينَ لَحُسْنَ مَآَبٍ 49 جَنَّاتِ عَدْنٍ مُفَتَّحَةً لَهُمُ الْأَبْوَابُ 50 مُتَّكِئِينَ فِيهَا يَدْعُونَ فِيهَا بِفَاكِهَةٍ كَثِيرَةٍ وَشَرَابٍ 51 وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ أَتْرَابٌ 52 هَذَا مَا تُوعَدُونَ لِيَوْمِ الْحِسَابِ 53 إِنَّ هَذَا لَرِزْقُنَا مَا لَهُ مِنْ نَفَادٍ 54 Artinya “Ini adalah kehormatan bagi mereka. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar disediakan tempat kembali yang baik, yaitu syurga Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan diatas dipan-dipan sambil meminta buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu. Dan pada sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rezki dari Kami yang tiada habis-habisnya. “ QS. Shaad 49-54 وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ وَيَعْمَلْ صَالِحاً يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَداً قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقاً Artinya “Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan mengerjakan amal yang saleh niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya Allah memberikan rezeki yang baik kepadanya “ QS. Ath Thalaq11 Ringkasan dari Ulama Berdasarkan hadits tentang rezeki dan juga ayat Al Quran mengenai rizki dapat di simpulkan bahwa rizki terbagi menjadi 2, yaitu rezeki yang bersifat umum dan rezeki yang bersifat khusus. Rezeki yang umum adalah berupa harta dan kesehatan, yang mana semua makhluknya akan di berikan, apakah ia kafir ataupun muslim. Rezeki khusus adalah rezeki berupa iman, islam dan amal sholeh, yang mana rezeki ini hanya di berikan kepada orang muslim saja, dalilnya bisa kita baca dalam AL Quran QS. Shaad 49-54 dan QS. Ath Thalaq11, yang sudah kami tuliskan di atas. Rezeki khusus ini akan Allah berikan kepada mukmin nanti di akhirat berupa surga, dan inilah sebaik-baiknya rezeki yang Allah Karuniakan kepada hambanya. Cari Rezeki Yang Halal Saja Semua yang kita dapatkan berupa harta maupun kesenangan adalah rezeki, baik yang di dapatkan dengan cara haram maupun yang di dapatkan dengan cara halal. Semua harta yang kita dapatkan dan belanjakan selama kita hidup di dunia ini, nanti akan di mintai pertanggung jawaban oleh Allah, jika kita mendapatkan harta haram maka kita akan mendapatkan azab yang pedih. Harta haram akan membuat kita sulit untuk taat kepada Allah dan akan menjerumuskan keluarga kita juga ke dalam kebinasaan, karena Nabi Muhammad Sallalahu alaihi wassalam bersabda dalam salah satu haditsnya bahwa makanan haram yang masuk ke dalam tubuh seorang muslim, maka neraka lebih berhak atasnya. Yang perlu menjadi pertimbangan juga adalah, harta yang kita dapatkan, baik halal maupun haram maka itu sudah di takdir kan untuk kita, artinya jika kita mendapatkan harta dengan cara haram maka memang itulah jatah harta kita yang seharusnya kita dapatkan, kalau begitu kenapa tidak mencari yang halal saja, kalau halal atau haram jumlahnya akan tetap sama. Bertaqwa dan Tawakal adalah Kunci Rezeki Berkah Rezeki yang berkah adalah rezeki atau harta yang membuat kita semakin taat kepada Allah, tentu rezeki yang berkah pasti rezeki yang di dapatkan dengan cara yang baik dan halal. Salah satu cara untuk mendapatkan rezeki yang berkah adalah dengan bertakwa dan tawakal saat mencari rezeki, karena dengan takwa maka Allah akan memberikan jalan keluar dari setiap masalah dan akan memberikan kita rezeki dari arah yang tidak kita sangka. Ingatlah tentang burung yang di kabarkan pergi di pagi hari dengan perut kosong dan kembali di sore hari dengan perut kenyang, ini mengajarkan kepada kita tentang arti tawakal yang benar, yaitu kita berusaha semampu kita dan hasilnya kita serahkan kepada Allah. Yakinlah bahwa rezeki Allah yang mengaturnya, jadi jika sudah di atur dan di tetapkan kadarnya, maka rezeki yang kita dapatkan baik dengan cara halal maupun haram, jumlah dan takarannya tidak akan berubah. Jika kita orang yang berakal tentu akan sangat rugi jika kita mendapatkannya dengan cara haram. Demikian bahasan kali ini mengenai hadits tentang rezeki dan dalil tentang rezeki yang kita dapatkan adalah bagian dari takdir Allah dan juga wajibnya kita mencari rezeki yang halalan thoyibah. Wallahu a’lam. Lanjut ke konten *Hadits Arba’in Nawawiyah* 📚 *MAKANLAH DARI REZEKI YANG HALAL* 🍔🍔🍔🌭🍕🍕🥘 *عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللهَ تَعَالَى طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّباً، وَإِنَّ اللهَ أَمَرَ الـمُؤْمِنِيْنَ بـِمَا أَمَرَ بِهِ الـمُرْسَلِيْنَ فَقَالَ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِـحاً، وَقاَلَ تَعَالَى يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ، ثُـمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيْلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ ياَ رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْـحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لَهُ. رواه مسلـم* *Dari Abu Hurairoh rodhiyallohu ’anhu, ia berkata* *“Rosululloh shollallohu alaihi wasallam pernah bersabda* *“Sesungguhnya Alloh itu baik, tidak mau menerima sesuatu kecuali yang baik. Dan sesungguhnya Alloh telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti apa yang telah diperintahkan kepada para rosul, Alloh berfirman, “Wahai para Rosul makanlah dari segala sesuatu yang baik dan kerjakanlah amal sholih” QS Al Mukminun 51. Dan Dia berfirman “Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari apa-apa yang baik yang telah Kami berikan kepadamu” QS Al Baqoroh 172. Kemudian beliau menceritakan kisah seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu. Dia menengadahkan kedua tangannya ke langit seraya berdoa “Wahai Robbku, wahai Robbku”, sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan perutnya dikenyangkan dengan makanan haram, maka bagaimana mungkin orang seperti ini dikabulkan do’anya.” HR. Muslim* 📕 *Status Hadits dan Takhrijnya* ✍🏻 Shahih HR. Muslim no. 1015, Ahmad II/328, at-Tirmidzi no. 2989, dan selainnya. 📕 *Kedudukan Hadits* 👉 *Hadits ini merupakan salah satu ashlud din pokok agama, di mana kebanyakan hukum syariat berporos pada hadits tersebut.* *Alloh Itu Thoyyib Tidak Menerima Kecuali Yang Thoyyib* 🌈 Thoyyib adalah suci, tidak ada kekurangan dan cela. 👉 *Demikian juga Alloh, Dia itu thoyyib. Dia suci, tidak ada kekurangan dan cela pada diri-Nya. Dia sempurna dalam seluruh sisi.* Alloh tidak menerima sesuatu kecuali yang thoyyib. Thoyyib dalam aqidah, thoyyib dalam perkataan dan thoyyib dalam perbuatan. ❌ *Tidak menerima artinya tidak ridho, atau tidak memberi pahala. Dan ketidakridhoan Alloh terhadap sebuah amal biasanya melazimkan tidak memberi pahala pada amalan tersebut.* ❌ *Pengaruh Makanan yang Thoyyib*🍔 Mengonsumsi sesuatu yang thoyyib merupakan karakteristik para rasul dan kaum mukminin. Makanan yang thoyyib sangat berpengaruh terhadap kebagusan ibadah, terkabulnya doa dan diterimanya amal. 🍂 *Sebab-sebab Terkabulnya Doa* 1. Musafir. 2. Berpenampilan hina. 3. Mengangkat kedua tangan. 4. Mengulang-ulang doa. 5. Menyebut Rububiyah Alloh. 6. Mengonsumsi yang halal. Sifat mengangkat tangan dalam doa 1⃣. *Mengisyaratkan dengan telunjuk, yaitu bagi khatib tatkala berdoa di atas mimbar.* *2⃣. Mengangkat tangan tinggi-tinggi, yaitu ketika doa istisqo’.* Adapun secara umum dengan menengadahkan kedua telapak tangan di depan dada seperti seorang pengemis yang sedang meminta-minta. ✍🏻 *Syarah Syaikh Shalih Alu Shaikh* •┈◎❅◎❀🌺❀◎❅◎┈• *➡ Repost By* 🌎 *مـجموعه أهـــل الســــنّه* *🔍kunjungi website kami* ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ * ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━ *Silahkan Bagikan Artikel Ini Dengan Tidak merubah Isi Artikel, Semoga Menjadi Amal Jariyyah,aamiin* *وَالسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ* Navigasi pos

hadits makanlah dari rezeki yang halal